Ada fase di perjalanan hidup yang rasanya sunyi. Bahkan sampai di titik di mana semuanya terasa benar-benar hancur. Seolah semua pintu tertutup, gak ada satu pun jalan yang terbuka. Putus asa, tanpa harapan. Rasanya melayang kosong, gak tahu arah mau ke mana, dan gak punya pegangan untuk bertahan.
Dulu aku pikir Tuhan hadir cuma waktu semuanya berjalan baik. Waktu usaha lancar, hati tenang, dan hidup terasa on track. Tapi ternyata, justru di fase paling berantakan, di situ Tuhan lagi kerja paling dalam. Ada satu nama Tuhan yang sering kita dengar, Jehova Jireh, Tuhan yang menyediakan. Bukan cuma soal uang atau kebutuhan, tapi juga kekuatan, ide, bahkan ketenangan di tengah keadaan yang gak jelas. Kadang yang disediakan bukan solusi instan, tapi kemampuan untuk tetap jalan.
Yang sering bikin capek itu bukan masalahnya, tapi rasa sendirinya. Ngerasa jalan sendiri, mikir sendiri, jatuh bangun sendiri. Padahal ada satu lagi nama Tuhan yang sering kelewat, Jehova Shammah, Tuhan ada di sana. Artinya sederhana tapi dalam, Dia gak ninggalin. Bahkan waktu kita ngerasa jauh, Dia tetap dekat. “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Mazmur 34:18)
Kadang kita terlalu fokus ke hasil. Harus cepat berhasil, harus cepat berkembang. Padahal mungkin Tuhan lagi ngajarin sesuatu yang lebih penting, bertahan, percaya, dan tetap jalan walaupun pelan. Karena gak semua proses itu harus kelihatan wah. Ada yang diam-diam dibentuk, tanpa sorotan.
Mungkin selama ini kita salah fokus. Kita kira tujuan utama itu sampai, padahal bisa jadi yang lebih penting adalah siapa kita saat menjalani perjalanan itu. Dan di situ Tuhan kerja, waktu kita jatuh tapi bangkit lagi, waktu kita ragu tapi tetap melangkah, waktu kita lelah tapi gak berhenti.
Kalau lagi di fase berat, lagi ngerasa sepi, lagi ngerasa gak jelas arahnya, ingat ini aja. Tuhan yang menyediakan, Jehova Jireh, masih bekerja. Tuhan yang hadir, Jehova Shammah, gak pernah pergi. Mungkin jalannya belum terang, tapi bukan berarti kita sendirian. Dan kalau pun pelan, yang penting tetap jalan.
Tetap semangat !!!
