menu melayang

Adhit.net dan Sepotong Masa Lalu di Internet

Beberapa hari terakhir aku iseng buka arsip blog lama. Blog yang dulu sempat aku rawat bertahun-tahun sebelum akhirnya mati pelan-pelan di era covid. Dan jujur aja, rasanya campur aduk antara malu, nostalgia, sama ketawa sendiri lihat postingan lama 😭

Semua itu sebenarnya mulai sekitar tahun 2008. Waktu itu aku beli domain adhit.net. Namanya simpel, pendek, gampang diingat. Dan entah kenapa dari dulu aku suka banget sama nama itu. Sampai sekarang pun kadang masih refleks ngetik .net dibanding .my.id 😅

Awalnya blog itu cuma iseng. Tempat ngulik coding, nulis hal random, belajar hosting, oprek template, sampai nyoba hal-hal absurd khas anak internet zaman dulu. Dulu internet rasanya beda. Lebih personal. Orang bikin blog karena memang suka, bukan sekadar ngejar engagement atau viral.

Lama-lama blog itu berkembang jadi macam-macam. Pernah jadi tempat naruh tutorial, pernah jadi tempat nyimpen catatan, bahkan sempat jadi media belajar juga waktu aku jadi asdos. Materi dan bahan ajar kadang aku taruh di sana supaya gampang dibagikan ke mahasiswa lain. Jadi blog itu bukan cuma website, tapi benar-benar jadi bagian dari perjalanan hidup aku waktu itu.

Masuk era blog dan Adsense lagi rame, aku juga ikut kebawa arus 😭 Mulai belajar SEO, keyword, traffic, sampai ngulik cara supaya visitor naik. Dan lucunya, blog itu sempat menghasilkan juga. Bahkan ada masa di mana si blog bisa “menghidupi dirinya sendiri”. Uang Adsense cukup buat bayar domain dan kebutuhan blog lainnya tanpa harus ambil dari uang pribadi. Rasanya keren aja waktu itu. Kayak internet project kecil yang benar-benar hidup.

Tapi lama-lama semuanya mulai berubah. Algoritma berubah, media sosial makin mendominasi, dan aku sendiri mulai kehilangan arah. Blog yang dulu punya niche jelas mulai dipenuhi postingan random demi traffic. Kadang bahas tutorial, kadang bahas promo aplikasi, kadang posting hal yang bahkan sekarang aku sendiri bingung dulu nulis apa 😭

Dan mungkin itu fase yang dialami banyak blogger lama. Awalnya idealis, lalu ketemu traffic dan Adsense, lalu mulai kehilangan identitas karena terlalu sibuk ngejar visitor.

Sampai akhirnya tahun 2020 datang. Era covid. Usaha lagi berat, kondisi juga gak gampang. Harga domain yang dulu masih sekitar puluhan ribu tiba-tiba naik jadi ratusan ribu. Dan waktu itu aku harus realistis. Daripada bayar domain, mending uangnya dipakai buat kebutuhan hidup dulu. Akhirnya adhit.net gak diperpanjang.

Sedih? Jelas banget.

Karena buat sebagian orang mungkin itu cuma domain. Tapi buat aku, itu rumah digital yang udah nemenin lebih dari 10 tahun. Banyak kenangan, eksperimen, proses belajar, sampai jejak masa muda di sana.

Dan lucunya, beberapa tahun kemudian waktu aku iseng pengen ambil lagi, domain itu udah masuk parking 😭 Harganya bahkan jadi ratusan dollar. Gila juga mikir domain yang dulu dibeli murah buat iseng-iseng sekarang malah dijual mahal.

Sekarang udah sekitar 6 tahun sejak domain itu mati. Dan internet juga udah berubah jauh. Blog pribadi banyak yang hilang, forum sepi, orang pindah ke video pendek dan konten cepat. Kadang kangen juga sama era ketika orang nulis panjang cuma karena memang pengen cerita.

Makanya sekarang aku bikin blog lagi bukan karena ambisi besar soal traffic atau Adsense. Lebih ke pengen punya ruang kecil sendiri di internet. Tempat buat nyimpen cerita, pengalaman, isi kepala, dan perjalanan hidup yang mungkin suatu hari nanti bakal lucu kalau dibaca ulang lagi.

Karena pada akhirnya, mungkin blog memang bukan cuma soal website. Kadang dia cuma tempat kecil buat menyimpan versi lama dari diri kita sendiri.

Blog Post

Related Post

Back to Top

CSS ON PGPOST

tentangaku-sidebar

Foto Adhit

Adhit

Bukan ahli, cuma pelaku.

Pelaku usaha kecil yang lagi belajar dari dapur, dari pelanggan, dan dari hidup.

Kenalan Dulu →

cari artikel

Cari Artikel

artbarusidebar

Artikel Terbaru

Kategori

quotes