Sebulan di Bootcamp, Cara Gue Lihat Usaha Berubah Total

Ada satu fase di perjalanan usaha gue yang cukup berpengaruh banget, yaitu waktu gue ikut bootcamp dari Grab hasil kolaborasi dengan Tumbuh UMKM Indonesia dan Strive Mastercard. Awalnya gue ikut cuma pengen nambah ilmu, sekadar coba-coba biar gak jalan sendirian terus. Tapi ternyata, selama kurang lebih sebulan ikut bootcamp itu, cara gue melihat usaha berubah cukup signifikan. Materinya bukan yang ringan, tapi benar-benar padat dan “daging semua”. Dari awal dikenalkan lagi tentang usaha makanan, apa saja tantangannya, sampai hal-hal teknis yang sebelumnya sering gue anggap sepele.

Di situ gue mulai belajar lagi dari dasar. Gimana cara hitung HPP dengan benar, nentuin margin, sampai akhirnya bisa menentukan harga jual yang lebih masuk akal. Dulu semua gue jalani pakai feeling, yang penting laku dulu. Tapi di sini gue mulai ngerti kalau salah di dasar, efeknya bisa panjang. Gak cuma soal angka, gue juga diajarin gimana caranya bikin produk itu bisa laku, mulai dari branding, cara berpikir marketing, sampai jualan secara online lewat aplikasi seperti GrabFood. Ternyata jualan itu bukan cuma soal rasa atau harga, tapi juga soal strategi dan cara kita menyajikan produk ke orang lain.

Masuk ke materi yang lebih dalam, gue juga mulai dikenalkan dengan strategi bisnis. Dari inovasi sampai diversifikasi, gimana cara berkembang tanpa asal nambah menu, dan gimana cara lihat peluang tanpa kehilangan arah. Selain itu, gue juga belajar tentang service excellence, hal yang dulu sering gue anggap kecil tapi ternyata sangat berpengaruh ke pengalaman pelanggan. Bahkan gue juga belajar dasar penjamah makanan, mulai dari standar kebersihan sampai pengelolaan makanan yang benar, dan akhirnya gue punya sertifikat penjamah makanan. Buat gue ini penting, karena kualitas makanan itu bukan cuma soal rasa, tapi juga bagaimana makanan itu diproses dengan benar.

Selain soal operasional, gue juga mulai paham tentang dunia perizinan yang sebelumnya terasa ribet dan jauh. Di bootcamp ini dijelasin tentang hal-hal dasar seperti NIB, sertifikasi halal, dan sertifikat penjamah makanan. Ternyata semua itu bukan sekadar formalitas, tapi bagian penting dari fondasi usaha yang sehat dan berkelanjutan. Dan yang paling gue rasain dari semua proses ini bukan cuma ilmunya, tapi perubahan cara mikir. Gue jadi lebih fokus, lebih sadar apa yang lagi gue jalani, dan mulai ngerti bahwa usaha itu gak bisa cuma asal jalan.

Selama ikut bootcamp, gue juga berusaha aktif di kelas, ikut diskusi, ngerjain tugas, dan benar-benar mencoba menyerap materi yang ada. Dan dari situ, gue juga sempat dapet banyak hadiah dari program Grab x Strive. Lumayan banget, tapi jujur yang paling berharga tetap ilmunya. Dari pengalaman ini gue makin yakin kalau belajar itu gak pernah sia-sia. Kadang kita ngerasa sudah cukup, padahal sebenarnya masih banyak yang belum kita tahu. Dan justru dari belajar bareng komunitas seperti ini, kita jadi sadar kalau masih banyak ruang untuk berkembang. Mungkin perubahan terbesar bukan datang dari kerja lebih keras, tapi dari cara berpikir yang mulai berubah.


Dan jujur aja, ada bonus menyenangkan juga 😄

Selama ikut bootcamp, gue cukup aktif di kelas.

Ikut diskusi, ngerjain tugas, dan benar-benar mencoba nyerap materi.

Dan dari situ, gue malah dapet banyak hadiah dari program Grab x Strive.

Lumayan banget dapet banyak utensils, perabot , alat masak hingga kompor 😆, sayangnya waktu itu ga dapat kulkas kayak teman yang lain, tau aja sih mereka kalo listrikku sering jepret 😂😂😂

Tapi yang paling berharga tetap ilmunya.

Post a Comment

0 Comments