menu melayang

Saturday, April 4, 2026

Gak Ngerti HPP? Siap-Siap Jalan Tanpa Arah

Dulu gue selalu mikir ngitung HPP itu ribet. Kayaknya harus detail banget, harus pakai rumus ini itu, dan ujung-ujungnya malah gak dikerjain. Akhirnya ya balik lagi ke cara lama: kira-kira aja. Selama bahan kebeli dan bisa jualan, ya jalan. Tapi setelah dijalanin, baru kerasa kalau gak ngerti HPP itu sama aja kayak jalan tanpa peta. Kita jualan, tapi gak benar-benar tahu sebenarnya kita untung atau cuma sekadar muter uang.

Padahal kalau dipikir-pikir, ngitung HPP itu gak harus ribet. Yang penting kita tahu apa saja yang benar-benar keluar buat bikin satu produk. Mulai dari bahan utama seperti ayam, beras, bumbu, itu wajib masuk. Lalu jangan lupa bahan pendukung seperti minyak, tepung, atau saus. Setelah itu, masuk ke biaya yang sering dilupakan seperti kemasan, tisu, dan sambal. Bahkan gas pun seharusnya dihitung, walaupun gak perlu terlalu detail di awal, yang penting ada estimasinya.

Dari situ, semua biaya dijumlahkan, lalu dibagi sesuai jumlah porsi yang dihasilkan. Hasilnya itulah HPP per porsi. Dari situ baru kita bisa nentuin harga jual dengan lebih sadar. Misalnya HPP satu porsi Rp8.000, kita bisa tentukan mau ambil margin berapa, misalnya Rp4.000 atau Rp5.000. Jadi harga jual bukan lagi sekadar “ikut orang lain”, tapi berdasarkan hitungan sendiri.

Yang sering jadi masalah, banyak yang cuma hitung bahan utama, tapi lupa biaya kecil lainnya. Padahal justru di situ sering terjadi “bocor halus”. HPP jadi kelihatan rendah, harga jual jadi ikut rendah, dan akhirnya margin makin tipis tanpa disadari. Di awal mungkin gak terasa, tapi lama-lama efeknya kerasa ke keuangan usaha.

Sejak mulai ngerti HPP walaupun masih sederhana, gue ngerasa usaha jadi lebih “jelas”. Lebih tahu mana yang aman, mana yang harus diperbaiki. Gak lagi sekadar nebak. Dan ternyata, ngerti dasar seperti ini jauh lebih penting daripada sekadar ikut tren atau asal laku.

Jadi itu sih cara paling sederhana buat ngitung harga pokok penjualan alias HPP. Karena lagi nulis lewat HP, agak ribet kalau harus masuk ke perhitungan yang detail dan pakai rumus. Jadi untuk sekarang, yang penting paham dulu konsep dasarnya.

Nanti di postingan berikutnya gue bakal bahas versi yang lebih lengkap, sekalian pakai contoh hitungan dan rumus biar lebih jelas.


Pernah gak jualan rame, tapi gak tahu sebenarnya untung berapa?

Coba deh mulai hitung HPP, walaupun sederhana.

Kadang bukan usahanya yang salah…

tapi kita yang belum tahu hitungannya

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel